PUBLIKASI ILMIAH
Publikasi ilmiah adalah sistem publikasi yang dilakukan berdasarkan peer review dalam rangka untuk mencapai tingkat obyektivitas setinggi mungkin. "Sistem" ini, bervariasi tergantung bidang masing-masing, dan selalu berubah, meskipun sering kali secara perlahan. Sebagian besar karya akademis diterbitkan dalam jurnal ilmiah atau dalam bentuk buku.
Sebagian besar bidang akademik yang telah mapan memiliki jurnal dan bentuk publikasi tersendiri, meskipun banyak pula terdapat jurnal akademik yang bersifat interdisipliner (antar cabang) dan mempublikasikan karya dari beberapa bidang yang berbeda. Jenis-jenis publikasi yang dapat diterima sebagai kontribusi terhadap bidang ilmu pengetahuan dan penelitian sangat bervariasi di antara berbagai bidang.
Publikasi ilmiah saat ini sedang mengalami perubahan yang besar, yang muncul akibat transisi dari format penerbitan cetak ke arah format elektronik, yang memiliki model bisnis berbeda dengan pola sebelumnya. Tren umum yang berjalan sekarang, akses terhadap jurnal ilmiah secara elektronik disediakan secara terbuka. Hal ini berarti semakin banyak publikasi ilmiah yang dapat diakses secara gratis melalui internet, baik yang disediakan oleh pihak penerbit jurnal, maupun yang disediakan oleh para penulis artikel jurnal itu sendiri.
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Publikasi_ilmiah
------------
CONTOH PUBLIKASI ILMIAH
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Penelitian
Tindakan Kelas (PTK) sekarang ini menjadi wacana yang hangat diperbincangkan
oleh Bapak dan Ibu guru, apalagi setelah dengung sertifikasi guru
dikumandangkan. Salah satu poin dalam portofolio sertifikasi guru adalah
pengembangan profesi. Bapak dan Ibu guru berlomba-lomba untuk membuat PTK.
Seminar, workshop dan pelatihan penyusunan PTK dilaksanakan di banyak tempat
dengan biaya yang tidak murah tetapi dengan hasil yang tidak terlalu
menggembirakan karena materi yang diberikan sangat padat dalam waktu yang
sangat singkat. untuk itulah, dalam upaya untuk membantu rekan-rekan guru dalam
menyusun PTK, saya mencoba membuat tutorial yang mudah-mudahan gampang
dimengerti . Tulisan ini dibuat seruntut mungkin melalui langkah demi langkah.
Semoga tulisan ini dapat memberi pencerahan rekan-rekan guru dalam menyusun
PTK. Selamat berkarya.
STEP 1
: Memahami Penelitian Tindakan Kelas
Classroom
Action Research (CAR) atau PTK (Penelitian Tindakan Kelas) adalah action
research yang dilaksanakan oleh guru, di kelas. Menurut Totok Sumaryanto
(2008), Prinsip-Prinsip PTK antara lain :
- Tidak mengganggu
komitmen mengajar.
- Tidak menuntut
waktu khusus.
- Metode mengikuti
kaidah ilmiah
- Masalah riil
berasal dari guru.
- Peneliti
bersikap konsisten dan selalu ingin memperbaiki dan meningkatkan kualitas
pembelajaran (ada motivasi intrinsik)
- Boleh di luar
kelas asal dalam perspektif misi dan visi sekolah.
Adapun
tujuan dilaksanakan PTK adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas
pembelajaran di sekolah. Sedangkan manfaat PTK antara lain :
- Perbaikan
dan/atau peningkatan kualitas penggunaan media, alat bantu belajar, dan
sumber belajar lainnya
- Perbaikan
dan/atau peningkatan kualitas prosedur dan alat evaluasi yang digunakan
untuk mengukur proses dan hasil belajar siswa
- Perbaikan
dan/atau peningkatan pendidikan anak di sekolah
Bidang
Kajian yang dapat diterapkan dalam PTK antara lain :
- Masalah belajar
siswa di sekolah
- Desain dan
Strategi Pembelajaran di kelas
- Alat bantu,
media, dan sumber belajar
- Sistem Asesmen
dan Evaluasi proses dan hasil pembelajaran
- Pengembangan
pribadi siswa
- Masalah
Kurikulum
Kriteria
masalah yang dapat dibuat PTK adalah :
- Masalah di
sekolah/di kelas
- Layak
teliti Terjangkau PTK
- Perlu ada:
identifikasi masalah; analisis masalah.
- Rumusan masalah:
singkat; jelas; operasional.
- Bukan
permasalahan individual siswa, tetapi masalah kelas;
STEP 2
: Membuat Judul Penelitian
Setelah
kita membahas bagaimana cara menemukan masalah, langkah selanjutnya adalah
membuat Judul Penelitian. Dalam membuat judul penelitian, beberapa hal yang
harus diketahui adalah judul itu :
- Komunikatif,
mudah dipahami maksudnya oleh pembaca
- Memuat variabel
penelitian
- Menjawab apa
yang ingin ditingkatkan
- Dengan cara
apa/upaya apa untuk meningkatkannya.
- Sasaran dan
Lokasi tercermin dalam judul;
- Banyak kata
sekitar 15-20 kata
Contoh
judul penelitian Tindakan kelas antara lain :
- Inovasi
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Sekitar (IPAS) Pokok Bahasan Kimia
Lingkungan Melalui Pembuatan Film tentang Pencemaran Lingkungan Sekitar
Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Rekayasa Perangkat
Lunak 1 SMK Negeri 8 Semarang Tahun Pelajaran 2006/2007 (Oleh : Ardan
Sirodjuddin, S.Pd.)
- Pembelajaran
Berbasis Project Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata
Pelajaran Geografi Kelas XII IPS SMA Muhammadiyah Wonosari Tahun Pelajaran
2007/2008 (Oleh : Dra. Sri Wahyuni Dwiyanti M.Pd).
- Penggunaan
Pendekatan Kontekstual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ekonomi Siswa
Kelas III IPS SMA Negeri 1 Randublatung Pada Semester I Tahun Pelajaran
2004/2005. (Oleh : Juremi)
- Penggunaan
”Dakon Elektron” Dalam meningkatkan Keefektifan Proses Pembelajaran IPA
Kelas I Kecantikan Kulit Pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2004/2005 SMK
Negeri 1 Tegal (Oleh : Ibnu Hajar Dewantoro).
STEP 3
: BAB I PENDAHULUAN
Setelah kita membahas membuat judul, tulisan kali ini membahas bab I
Pendahuluan, meliputi latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian dan
manfaat penelitian. Oke, marilah kita bahas satu persatu.
Latar Belakang
Pada Latar belakang masalah, kemukakan secara jelas disertai data faktual yang
dijumpai di kelas. Kemukakan pentingnya masalah tersebut dipecahkan. Contoh
latar belakang masalah yang disertai dengan data faktual adalah sebagai berikut
:
Seorang guru matematika SMPN 5 Kabupaten Jepara yang telah mengajar lebih dari
8 tahun menyampaikan keluhan saat mengajarkan materi Aritmetika Sosial. Pokok
bahasan yang membahas uang dalam perdagangan ini terasa sulit dipahami siswa.
Indikatornya, siswa kurang mampu menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan
uang dalam perdagangan: untung dan rugi, rabat, bruto, tara, dan neto, apalagi
bila disajikan dalam soal cerita. Skor terendah yang dicapai 35, sedangkan skor
tertinggi mencapai 78. Skor rata-rata kelas sebesar 53, dengan ketuntasan
belajar secara klasikal sebesar 55 %.
Selama ini, guru memulai pelajaran dengan menjelaskan materi, kemudian
dilanjutkan dengan latihan soal-soal yang ada pada buku paket. Guru tidak
pernah menggunakan dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar
berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah untuk memperoleh konsep atau
pengetahuan.
Selama 2 jam pelajaran, rata-rata hanya 3-5 orang siswa yang bertanya untuk
mengkonfirmasikan penjelasan guru atau pekerjaan siswa di papan tulis; sebagian
besar mencatat keterangan guru dan pekerjaan siswa. Guru langsung menjelaskan
jawaban dari soal tersebut. Guru tidak pernah memberi tugas kepada siswa,
secara individu maupun kelompok untuk melakukan penyelidikan pilihan sendiri
yang memungkinkan mereka menginterpretasikan dan menjelaskan fenomena dunia
nyata.
Perumusan
Masalah
Pada perumusan masalah perlu diperhatikan :
- Substansi: perlu
mempertimbangkan bobot dan manfaat tindakan yang dipilih untuk
meningkatkan dan/atau memperbaiki pembelajaran
- Orisinalitas
(tindakan): perlu mempertimbangkan belum pernah tidaknya tindakan
dilakukan guru sebelumnya
- Formulasi:
dirumuskan dalam kalimat tanya, tidak bermakna ganda, lugas menyatakan
secara eksplisit dan spesifik apa yang dipermasalahkannya, dan tindakan
yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut
- Teknis:
mempertimbangkan kemampuan peneliti untuk melaksanakan penelitian, seperti
kemampuan metodologi penelitian, penguasan materi ajar, teori, strategi
dan metodologi pembelajaran, kemampuan menyediakan fasilitas (dana, waktu,
dan tenaga).
Contoh
perumusan masalah :
- Apakah
pembelajaran berbasis project dapat meningkatkan prestasi belajar geografi
khusus kompetensi dasar keterampilan dasar peta dan pemetaan pada siswa
kelas XII IPS SMA Muhammadiyah Wonosari tahun 2007/2008 ?
- Apakah
pembelajaran berbasis project dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam
mengikuti pembelajaran pada kompetensi dasar keterampilan dasar peta dan
pemetaan kelas XII IPS SMA Muhammadiyah Wonosari tahun 2007/2008 ?
Contoh
yang lain :
- Apakah
pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kualitas proses belajar
matematika siswa SMPN 5 Jepara?
- Apakah
pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar matematika
siswa SMPN 5 Jepara?
Tujuan
Penelitian
Dirumuskan secara singkat dan jelas berdasarkan permasalahan dan cara pemecahan
masalah yang dikemukakan.
Contoh :
- Untuk mengetahui
peningkatan prestasi belajar geografi khusus kompetensi dasar keterampilan
dasar peta dan pemetaan dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek
pada siswa kelas XII IPS SMA Muhammadiyah Wonosari tahun 2007/2008.
- Untuk mengetahui
peningkatan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran khusus kompetensi
dasar keterampilan dasar peta dan pemetaan dengan menggunakan pembelajaran
berbasis proyek pada siswa kelas XII IPS SMA Muhammadiyah Wonosari tahun
2007/2008 .
Manfaat
Penelitian
Manfaat diuraikan secara jelas dan sistematis. Kemukakan manfaat bagi siswa,
guru, komponen pendidikan terkait di sekolah, dan/atau dosen.
Manfaat Teoritis
Secara teoritis hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas teori
yang telah ada, dan dapat dimanfaatkan pada mata pelajaran geografi khususnya
atau mata pelajaran lain yang serumpun.
Manfaat Praktis
Bagi Siswa Meningkatkan prestasi belajar siswa, karena dengan pengajaran
berbasis project siswa akan aktif langsung dan berusaha untuk menyelesaikan
tugas-tugas secara optimal.
Bagi Guru Mengembangkan strategi pengajaran sebagai upaya meningkatkan kualitas
belajar siswa yang menjadi tanggung jawabnya.
Bagi Sekolah Memberikan input kepada sekolah untuk selalu mendukung dan
menyediakan sarana prasarana guru sebagai upaya peningkatan prestasi belajar
siswa.
STEP 4
: KAJIAN PUSTAKA
Cukup lama saya tidak menulis kelanjutan dari tutorial menyusun PTK, setelah
dua tulisan terdahulu karena keterbatasan waktu dan sedikit gangguan dimana
barang amat berharga yaitu flash disk saya hilang, padahal hampir semua materi
yang hendak dimasukkan ke blog ada disitu. Jadi saya harus melakukan lagi dari
awal. Tapi dengan semangat dan respon positif dari pengunjung membuat saya
berhasil lagi membuat lanjutan dari tulisan terdahulu. Kali ini saya akan
membahas tentang kajian pustaka. Kajian pustaka adalah jabaran teori, konsep,
atau hasil-hasil penelitian yang berhubungan dengan variabel-variabel
penelitian yang dipermasalahkan. Gunakan kajian tersebut untuk menjelaskan
bahwa tindakan itu dapat mengatasi masalah. Kajian Pustaka mempunyai tujuan dan
fungsi tertentu. Tujuan dan fungsi itu sebagai berikut :
- Tujuan Utama
yaitu membantu peneliti dalam memecahkan masalah penelitiannya.
- Tujuan Lain
yaitu memperoleh gambaran tentang kedudukan penelitiannya terhadap
penelitian-penelitian lain.
Sedangkan
Fungsi Kajian Pustaka antara lain :
1.
Mengetahui sejarah masalah penelitian,
Sejarah penelitian meliputi aspek-aspek masalah, cara memecahkan masalah, hasil
penelitian, dan hambatan dalam penelitian
- Membantu
pemilihan prosedur,
Memilih prosedur berdasarkan pengalaman peneliti lain, dengan penyesuaian terhadap masalah penelitiannya - Memahami latar
belakang teoretis masalah penelitian,
Memperoleh gambaran tentang kedudukan penelitian yang dilakukannya terhadap scope pengetahuan yang lebih luas. - Mengetahui
manfaat penelitian sebelumnya,
Melihat manfaat penelitian sebelumnya dan mengingat teori yang relevan, memperluas wawasan tentang manfaat penelitian yang dilakukan - Menghindari
duplikasi,
Membantu penentuan mana yang duplikasi, dan mana yang sebaiknya tidak duplikasi - Memberikan
pembenaran pemilihan masalah penelitian.
Kajian tentang manfaat, keterbatasan, kemungkinan hasil, memberikan pembenaran pemilihan masalah yang diteliti.
Langkah
Awal dalam menyusun kajian pustaka adalah :
- Mencari
informasi ke perpustakaan atau Internet
- Siapkan
butir-butir yang perlu dalam mencatat informasi dari pustaka
- Siapkan kartu
atau buku untuk mengumpulkan informasi yang relevan
- Siapkan
sistematika pengumpulan informasi
Sedangkan
Rencana Penulisan kajian pustaka adalah sebagai berikut :
- Gunakan masalah
penelitian sebagai fokus
- Buatlah rencana
urutan pencarian dan penulisan
- Menekankan
keterkaitan pustaka dengan masalah penelitian.
Untuk
melihat contoh kajian pustaka, silahkan anda download materi PTK dihalaman
download pada blog ini. Tunggu tutorial berikutnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Totok
sumaryanto F. 2008. Metodologi dan Desain PTK.
TIM PTK Lembaga Penelitian Universitas Negeri Semarang.
Jurnal Pendidikan Widyatama LPMP Jawa Tengah Volume 3 No. 1 Maret 2006.
Comments
Post a Comment